Selamat Datang di Website resmi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur

Lewat Jalin Matra, Ngaseni Berharap Usahanya Berkembang

Tuban – Mendirikan usaha ‘peracangan’ atau toko kelontong kecil terkadang tidaklah mudah. Butuh ketekunan untuk menjalankannya. Bila tidak, maka usaha kecil ini bisa tutup begitu saja. Inilah yang dilakukan Ngaseni (49 th).

Ibu paruh baya ini menjalankan usaha peracangannya secara telaten dan harus memutar otak agar usahanya tetap berjalan. “Prinsipnya, Hidup harus terus berjalan,” ujarnya.

Sejak suaminya meninggal, Ngaseni, tinggal di sebuah rumah yang belum selesai pembangunannya. Rumah yang ia tempati bersama kedua anaknya itu dikerjakan sendiri oleh suaminya, berdinding bata putih dengan tekstur yang masih belum diratakan dan berlantai tanah.

“Suami saya dulu yang mendirikan rumah ini, ia tukangi sendiri sambil saya bantu, saya membantunya setiap saya pulang dari jualan di SD, tapi belum selesai dibangun, suami saya  meninggal,” ujarnya mengisahkan.

Suami Ngaseni dulu bekerja sebagai pemborong di Surabaya, karena usahanya bangkrut maka ia mencoba membuka usaha di Tuban. Namun tidak berselang lama, tepatnya tujuh tahun yang lalu suaminya harus berpulang kepada yang maha kuasa.

Saat ditinggal suaminya, warga RT 06 RW 01 Desa Sumurgung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban ini harus menghidupi dan menyekolahkan kedua anaknya yang saat itu masih duduk di bangku SMA dan SD. Meski begitu, Ngaseni merasa beruntung, sebab sejak suaminya masih hidup ia sudah merintis usaha jualan aneka snack dan minuman di Sekolah Dasar.

Usahanya memang tidaklah berjalan mulus, suatu ketika manajemen SD memiliki aturan melarang pedagang jualan di area sekolah. Bu Ngaseni tidak putus asa, ia mencoba berjualan di rumah dengan menjadikan salah satu kamar yang ada di depan sebagai tempat jualannya.

Tahun ini dia tercatat dalam penerima bantuan program Jalin Matra Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan Jawa Timur. Ngaseni mengaku sangat bahagia, karena dia berharap bisa menambah modal usaha dan membuat kios bensin di depan rumah. Sebab selama ini produk jualannya tidak terlihat dari luar. Dan kini usaha Ngaseni mulai berkembang.

Bukan hanya jualan snack anak-anak, tapi juga menjual aneka kebutuhan sehari-hari seperti sabun, beras dan bensin. Meski terlihat sederhana dari luar, namun ia bahagia karena ada perkembangan. (isti/red)

 
Copyright © 2009 - 2018DPMD Provinsi Jawa Timur All Rights Reserved.