Selamat Datang di Website resmi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur

Usaha Jahit Heny Makin Maju dengan Jalin Matra

Blitar - Hidup menjanda bukanlah perkara mudah. Menjadi seorang janda mungkin bukanlah pilihan bagi kebanyakan wanita. Meskipun begitu, kita semua menyadari bahwa hal tersebut bisa terjadi pada siapa saja dan merupakan bagian dari kehidupan di dunia ini.

Ketika status janda menjadi sebuah kenyataan, seorang janda muda akan dihadapkan pada tantangan untuk bisa meneruskan hidupnya. Tak sedikit yang memilih jalan sebagai pegawai, tapi tak jarang pula yang memilih untuk cepat-cepat menikah lagi.

Tapi pilihan tentunya tak terbatas hanya pada kedua hal itu. Jalur kewirausahaan misalnya, bisa dijadikan sebagai salah satu jalan keluar yang patut dipertimbangkan. Dengan membuka usaha, seorang janda muda tak hanya bisa meneruskan hidupnya, tapi juga bisa memperbaiki kondisi ekonomi dan merintis jalan menuju kemandirian finansial.

Pilihan inilah yang diambil oleh Heny Mayasari (32th). Ia telah menjadi Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP) sejak tiga tahun lalu. Setelah suaminya meninggal karena sakit tahun 2014 silam.

Heny mulai menerjuni dunia jahit-menjahit sejak tahun 2007 saat suaminya masih hidup. Faktor pendorong awalnya semata-mata hanya untuk mengisi waktu luang dan agar ilmu yang diperoleh saat kursus menjahit selepas lulus SMA tidak hilang percuma. Selanjutnya seiring waktu berjalan, ia terus belajar secara otodidak dan tidak sungkan bertanya kepada tetangga atau teman yang pandai menjahit.

Sudah menjadi garis hidup Heny, ketika orderan menjahit mulai lancar, sang suami – Anang Susanto sakit dan kemudian meninggal dunia pada tahun 2014. Meninggalkan 3 orang putri, masing-masing berusia 9 tahun, 6 tahun dan 2 bulan. Beban hidup yang harus ditanggungnya semakin berat. Heny pun bertekad bekerja lebih keras dan lebih cerdas untuk menjahit harapan demi masa depan anak-anaknya.

Hanya mengandalkan hasil dari jasa menjahit saja rasanya belum mencukupi, warga dusun Siraman RT 02 RW 01 desa Siraman kecamatan Kesamben kabupaten Blitar Dusun Siraman, Desa Siraman, Kecamatan Kesamben, Blitar ini pun mencoba untuk menjaring peluang dengan menyediakan aneka kebutuhan seputar urusan jahit-menjahit bagi para penjahit yang ada di desa Siraman dan sekitarnya. Mulai dari benang, jarum, kain, ruisleting dan lain-lain dalam aneka jenis dan ukuran.

“Saya menekuni sudah sejak suami masih ada. Ketika suami saya meninggal, usaha menjahit adalah satu-satunya pilihan saya untuk melanjutkan hidup dan menyekolahkan anak-anak,” tutur Heny.

Melihat kondisi kehidupan dan ekonomi Heny, Pemerintah Provinsi Jawa Timur membantunya agar usaha jahit yang ia jalankan semakin ramai dan berkembang. Melalui bantuan Program Jalin Matra Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK), Heny mengusulan bantuan diwujudkan berupa kebutuhan mesin pembungkus kancing baju, untuk diversifikasi jasa menjahitnya.

Beberapa penjahit lain di sekitar lingkungan Heny, lebih memilih berbelanja kebutuhan menjahit di tempatnya daripada belanja di kecamatan terdekat atau di pusat kota yang jaraknya cukup jauh. Sekitar ± 25 km dari desa te,pat ia tinggal.

Peluang inilah yang coba ditangkap Heny. Heny juga proaktif membangun hubungan dengan sekolahan/organisasi/lembaga yang ada di Desa Siraman dan sekitarnya, untuk memperoleh pesanan seragam anak sekolah dan seragam pegawai. Saat ini ia juga menjadi reseller alat/bahan kebutuhan untuk menjahit.(syafkamomang/red)

 
Copyright © 2009 - 2018DPMD Provinsi Jawa Timur All Rights Reserved.