Selamat Datang di Website resmi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur

Tukang Sayur Bermodal Jalin Matra

Malang - Sulikah (47th), seorang ibu rumah tangga yang juga Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP) dari Dusun Pabrikan Desa Jambesari Kecamantan Tumpang Kabupaten Malang. Sepeninggal suaminya, Sulikah membanting tulang berdagang sayur (mlijo) dan kebutuhan bahan pokok lainnya.

Ia tak mau hanya mengeluh dan pasrah terhadap keadaan. Di saat anak-anaknya masih usia sekolah, dan tanggungan ibu yang berumur 71 tahun yang sakit sakitan, membuatnya terus berusaha dan tak putus asa untuk mencari nafkah. “Untungnya anak-anak sudah masuk SMA jadi bisa ditinggal untuk belanja dan berjualan,” ujarnya.

Setiap pagi buta, Sulikah sudah mengayuh sepedanya untuk berbelanja sayur mayur di pasar. Ia membeli aneka sayuran dan rempah yang biasa menjadi kebutuhan warga sekitar rumahnya. Tak hanya itu, ia juga berbelanja kebutuhan dapur lain, seperti buah, jajanan pasar, dan aneka sembako.

Dikatakan Sulikah, untuk sayur ia berusaha agar cepat laku, karena bila terlalu lama disimpan, maka p akan layu dan kurang segar, akibatnya sayur mayur tersebut susah bahkan tidak laku sama sekali.

“Alhamdulillah, toko saya selalu ramai dan menjadi rujukan ibu-ibu di sekitaran rumah. Dagangan yang dibutuhkan selalu masih tersedia sampai sore, sehingga Ibu-ibu tidak perlu khawatir kehabisan,” katanya.

Menurutnya, usaha yang tangah dia lakukan saat ini semata-mata untuk menyekolahkan anaknya. Bagi Sulikah pendidikan merupakan modal hidup yang paling penting daripada harta kekayaan.

Niat Ibu Sulikah untuk memenuhi kebutuhan tokonya agar lebih lengkap sangat menggebu. Apalagi peluang usaha yang dilakoninya sampai saat ini, masih sangat menjanjikan. Karena di lingkungan RT dimana dia tinggal masih belum banyak toko mlijo yang menyediakan sayur-mayur.

Toko Sulikah pun mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui Program Jalin Matra Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK) Tahun 2017. Sulikah antusias dan bersyukur sebab selama ini dagangannya diperoleh dengan mengandalkan barang habis jual kemudian digunakan untuk kulakan. Ini tak lain karena terbatasnya modal yang ia punya.

“Saya sangat bersyukur, kini saya bisa melengkapi barang dagangan mlijo, semoga hasilnya juga lebih dari sebelumnya. Dengan begitu saya menabung untuk keperluan masa depan anak -anak,” tuturnya.(mofit/red)

 
Copyright © 2009 - 2018DPMD Provinsi Jawa Timur All Rights Reserved.