Selamat Datang di Website resmi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur

Keripik Usus Sukarti Dikembangkan Jalin Matra

Sidoarjo - Bertempat tinggal di atas tanah milik Dinas Perairan dengan kondisi yang serba terbatas membuat Sukarti (46th) tak patah arang untuk terus berjuang dalam mengarungi kerasnya hidup. Sukarti adalah seorang Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP) dengan dua orang anak yang masih sekolah.

 

 

Sukarti selama ini memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menjadi karyawan pabrik. Namun honornya belum mencukupi sehingga memaksanya untuk mencari penghasilan tambahan. Dengan berbekal modal Rp 100.000 hasil dari tabungan anaknya, Tasya, putrinya, memutuskan untuk membelanjakan tabunganya untuk bahan baku membuat keripik usus ayam.

"Putri saya tidak tega melihat saya kerja hingga malam di pabrik, sehingga dia ingin membuat usaha sambilan bagi saya, siapa tahu menjanjikan," katanya.

Untuk memulai produksinya, pertama kali ia membeli usus ayam dari peternak ayam seharga Rp 60.000, kemudian sisa uangnya ia belikan plastik, cetak label kemasan produksi dan bumbu rempah-rempah sebagai penyedap rasa.

Keripik usus buatan Sukarti kemudian ditawarkan ke beberapa tetangga dan teman-teman, dan hasilnya lumayan. Sejak saat itu, keripik usus yang diberi label "Kripsus TA Barakah" itu telah menjadi pendapatan tambahan yang lumayan.

“Mung modal bismillah, karo duwit satus ewu mbak”, ujar Perempuan kelahiran kota Blitar ini. Sukarti berharap usaha yang ia geluti saat ini berjalan lancar dan mendulang rezeki berlimpah.

Saat ini di usianya yang sudah tidak muda, sebagai penopang kehidupan keluarganya Sukarti ingin membuktikan bahwa ia dapat menyekolahkan anaknya hingga perguruan tinggi dengan kerja kerasnya. Keuletannya dalam membuat kripik usus mulai digemari oleh masyarakat di desanya dan sekitar, yakni Desa Cangkring dan juga beberapa desa yang ada di Kecamatan Krembung, Sidoarjo.

Namun kesulitan Sukarti dalam membuat Kripsus adalah belum bisa berproduksi lebih banyak. Di sinilah tahun 2017 lalu Program Jalin Matra Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK) dari Pemprov Jawa Timur mencoba membantunya agar produksi Kripsus milik Sukarti terus berkembang. Bantuan senilai Rp 2.500.000 itu diwujudkan peralatan untuk membuat Kripsus, kompor, penggorengan dan peralatan dapur lainnya.

Kini produksi Kripsus Sukarti menjadi lebih banyak dari sebelumnya, yakni 7-9 kg per hari. Sukarti pun meraup untung bersih setiap bulan sekitar Rp 450.000. Apalagi saat menjelang hari raya pesanan kripik usus yang ia produksi semakin banyak, hingga mendapat keuntungan yang berlipat.

"Saya bersyukur progam bantuan Jalin Matra akhirnya dapat menambah omzet produksi kripsus yang saya buat sehingga bisa diterima konsumen. Semoga semakin berkah," ujarnya.(anandazezanny/red)

 
Copyright © 2009 - 2018DPMD Provinsi Jawa Timur All Rights Reserved.