Selamat Datang di Website resmi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur

Lumbung Pangan Jatim gandeng BUMDesa
untuk memutus mata rantai distribusi bahan pangan

Gubernur kembali melakukan kunjungan ke Kabupaten Tulungagung dalam rangka pemulihan ekonomi dan percepatan penanganan Covid 19 pada tanggal 13 September 2020.

Kunjungan diawali dg Gowes bareng Forkopimda Tulungagung, Sekdaprov dan OPD Provinsi Jawa Timur. Gowes yg dimulai dari Pendopo Kabupaten Tulungagung ini sekaligus bagi bagi masker di Pasar Ngemplak dan Pasar Kliwon serta sosialisasi pencegahan covid secara on air di radio Liur FM Tulungagung, dan diakhiri dg kunjungan di Galeri Batik Gajah Mada.

Di tempat ini Gubernur menyerahkan taliasih kepada 3 orang pelestari Batik dan 26 orang pembatik.

Kunjungan dilanjutkan ke Toko Sendang Mart milik Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesMa) Sendang. Ditempat ini Gubernur menyerahkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) bulan ke 6 kepada 5 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) masing masing senilai Rp. 300.000 rupiah dan paket sembako.

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini juga menyaksikan penyerahan perdana pembelian sembako oleh masyarakat di Lumbung Pangan Jatim melalui BUMDesa Sendang. "Untuk memutus mata rantai distribusi maka BUMDesa yang ada dipelosok Desa di Jawa Timur kita jadikan Lumbung Pangan Jatim, masyarakat bisa membeli barang kebutuhan pokok melalui BUMDesa dengan harga murah dibawah harga pasar dengan ongkos kirim gratis karena kita bekerjasama dg PT Pos Indonesia, terang Khofiah Indar Parawansa.

Sebagaimana diketahui bahwa Lumbung Pangan Jatim sudah bisa diakses oleh 38 Kabupaten Kota di Jatim dan sekarang dikembangkan ke BUMDesa yg di Jawa Timur sudah terbentuk 6.052 BUMDesa sebanyak 524 bumdesa memiliki usaha toko dan 417 bumdesa menjadi agen PT pos.

Selepas dari BUMDesMa Sendang, Gubernur Jatim menyempatkan berkunjung ke Koperasi Susu KUD Tani Wilis dan Wisata Koperasi Tani Origreen.

Agenda kunjungan di akhiri di Pantai Klatak Besuki Kab Tulungagung untuk meresmikan Program Inkubasi Inovasi Desa Pengembangan Ekonomi Lokal (PIID PEL) senilai Rp. 1 Milyar dari Kementerian Desa yg diberikan kepada BUMDesa Karya nyata Desa Keboireng Kecamatan Besuki Tulungagung yg telah direalisasikan untuk pembuatan dermaga, Fresh Mart, Gasebo sebagai bentuk pengembangan Wisata Desa Kampung Nelayan.

"Di wilayah pantai Klatak ini ada 51 nelayan yang hidupnya tergantung kepada hasil tangkapan ikan yg setiap bulan kurang lebih 3 - 4 ton. Untuk meningkatkan nilai tambah hasil nelayan ini maka dibuat fresh mart yg akan menjual produk olahan dari ikan hasil para nelayan sehingga bisa meningkatkan nilai tambah" terang Gubernur Jawa Timur.

Di tempat ini Gubernur juga menyerahkan Bantuan Permodalan untuk 3 BUMDesa yang mengelola Wisata Desa masing masing senilai Rp. 50 juta, BLT DD untuk 5 KPM Desa Keboireng dan Sertifikasi Koperasi.

Didalam sambutannya Gubernur kembali mengingatkan agar masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. "Pandemi covid 19 belum berakhir, kesehatan harus tetap menjadi prioritas dan perekonomian juga harus tetap jalan, oleh karenanya saya mengajak masyarakat untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan" terang Gubernur saat mengakhiri sambutannya.

 
Copyright © 2009 - 2020 DPMD Provinsi Jawa Timur All Rights Reserved.