Selamat Datang di Website resmi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur

Teknologi Tepat Guna

Pengeringan Ikan Tanpa 
Sinar Matahari Langsung

Pengeringan ikan sebenarnya tidak harus selalu dilakukan dengan bantuan sinar matahari secara langsung (penjemuran). Ini karena ikan dapat dikeringkan tanpa bantuan sinar matahari secara langsung. Contohnya melalui pengasapan ataupun pengovenan. Teknologi pengeringan ikan tanpa sinar matahari ini dapat digunakan pada semua jenis ikan air tawar maupun ikan air laut.

 

Yang harus diperhatikan justru kesamaan ketebalan daging ikan dalam proses pengeringan tersebut. Karena semakin tebal daging ikan akan membuat kecepatan pengeringan semakin lambat dan justru dapat mengurangi kualitas dari ikan yang akan dikeringkan. Ikan hasil pengeringan tanpa bantuan sinar matahari secara langsung justru memiliki kelebihan dibanding dengan ikan yang dikeringkan secara langsung dengan matahari. Karena pada ikan-ikan yang dikeringkan secara langsung (dijemur) sangat rawan terhadap serangan lalat  dan kontaminasi kotoran selama penjemuran sehingga dapat mempengaruhi daya simpan ikan. Bila pengeringan dengan dijemur itu tidak sempurna justru dapat menyebabkan ikan mudah busuk terutama karena serangan jamur, belatung dan kutu.

Proses dan Alat yang Dibutuhkan Yang membedakan pengeringan ikan dengan sinar matahari langsung dan tanpa  sinar matahari langsung adalah sumber panas yang digunakan.  Kita dapat menggunakan kompor berbahan minyak tanah, batu bara ataupun listrik. Sedangkan  prosesnya meliputi pencucian bahan mentah, penggaraman, pembilasan, penggeringan, pendinginan (diangin-anginkan) dan diikuti pengepakan sesuai kebutuhan. Proses pengeringan disini dapat menggunakan sistem pengasapan dan pengovenan. Kadar air yangdicapai  kira-kira 25%-30% agar ikan hasil pengeringan dapat awet untuk disimpan. Hal yang  harus dilakukan agar dapat menghasilkan ikan dengan kadar air 25%-30% yaitu jangan mengeringkan ikan secara utuh tetapi belah ikan dengan model butterfly (belah jadi 2) dengan ketebalan 3 cm lalu dikeringkan pada suhu maksimal 45 derajat dengan kecepatan angin 1-2 m per detik selama 8-12 jam. Alat-alat yang dibutuhkan untuk proses pengeringan tidak terlalu rumit. Alat-alat tersebut berupa kompor berbahan bakar minyak tanah atau batu bara dan rak pengering dalam berbagai bentuk dan ukuran yang dapat juga dibuat sendiri dengan ukuran yang dibutuhkan. Selain beberapa alat yang telah disebutkan tadi ada juga alat yang lebih modern dan canggih yaitu pengering yang dilengkapi dengan sel penangkap sinar matahari.

Alat Pengering Ikan ( Oven Berbahan Bakar LPG )

Tips Mengolah Ikan

Secara umum tidak ada tips khusus dalam mengeringkan ikan tanpa bantuan sinar matahari secara langsung. hal yang harus diperhatikan adalah penting untuk dilakukan pergiliran posisi rak atau wadah ikan agar mendapatkan panas yang merata antar satu rak dengan lainnya. Selain pengaturan pergiliran posisi rak secara teratur, kecepatan angin dan suhu juga penting diperhatikan karena apabila kecepatan angin dan suhu terlalu besar justru dapat menyebabkan case hardening (suatu kondisi ketika bagian luar daging sudah kering tetapi bagian dalamnya masih basah). Hal ini justru memungkinkan mikroba untuk tumbuh dan berkembang biak, sehingga daya tahan ikan menjadi berkurang. Bagi anda yang biasa membeli ikan hasil pengeringan di pasar-pasar ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:

  1. Pilihlah ikan kering yang penampakan tubuhnya cemerlang dan tekstur dagingnya utuh.
  2. Hindari ikan kering yang tampak keras dari luar karena terkadang ikan yang terlalu kering  justru mengalami fenomena dari case hardening.
 
Copyright © 2009 - 2021 DPMD Provinsi Jawa Timur All Rights Reserved.