Selamat Datang di Website resmi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur

Dimodali Jalin Matra, Nur Hidayah Suplai Sembako Untuk Para Pemulung

Banyuwangi - Peluang usaha selalu ada di mana saja jika kita jeli dan ada kemauan untuk memanfaatkannya. Nur Hidayah contohnya, dia menjual sembako kepada para pemulung di desanya.

 

 

Para pemulung banyak membeli sembako yang ditawarkan janda dua anak tersebut karena pembayarannya bisa dilakukan di akhir pekan saat para pemulung gajian. Usahanya itu terus berkembang setelah Program Jalin Matra Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK) Pemprov Jawa Timur menggelontornya dengan bantuan modal sebesar Rp 2,5 juta.

"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih dapat bantuan ini. Saya nggak menyangka akan dapat, karena bantuan-bantuan sebelumnya saya tidak pernah dapat karena nama saya tidak tercatat sebagai penerima bantuan," katanya.

Diantara sesama profesi sebagai seorang pemulung yang jumlahnya lebih dari seratus orang dan mayoritas perempuan, ia menyadari ada celah usaha di situ. Nur Hidayah menyuplai kebutuhan sembako rekan-rekan seprofesinya sesama pemulung dan menerapkan sistem pembayaran akhir pekan, karena akhir pekan itulah saat para pemulung “gajian”.

Sebelumnya dalam satu minggu, ia hanya dapat menyuplai beras sebanyak satu kuital, minyak goreng satu liter dua kardus, gula 10 kilogram dan beberapa kebutuhan yang lain. Ia tidak dapat memenuhi pesanan karena keterbatasan modal. Dengan adanya bantuan Program PFK ini, kini modal usaha Nur Hidayah bertambah dan usahanya terus berkembang.

Setelah mendapatkan bantuan Program Jalin Matra PFK, Nur Hidayah kini dapat menjual beras sebanyak tiga kuintal, minyak goreng satu liter lima kardus, gula rata-rata 20 kg, sabun mandi, sabun cuci dan lain sebagainya, bahkan sekarang juga melayani penjualan Gas LPG 3 kg yang jumlahnya 10 tabung.

Pendapatanya sebagai seorang pemulung Rp 200.000,- hingga Rp 250.000,- per minggu, dengan adanya usaha sembako, kini pendapatannya bertambah rata-rata Rp 300.000,- hingga Rp 400.000,- tiap minggunya.

Prinsipnya cukup sederhana, dari harga umum di pasar, Bu Nur Hidayah menaikan Rp 1.000,- dengan sistem tempo satu minggu. Dimisalkan jika harga beras Rp 8.500,- per kg, Bu Nur menjual Rp 9.500,- dengan rentang pembayaran akhir pekan.

Tidak lupa, Ia juga membuat catatan sederhana dari usaha sembako tersebut. Ternyata usaha sembako Bu Nur Hidayat diantara pusaran pemulung sampah mendapat tanggapan positif dan dirasa cukup membantu rekan-rekan seprofesinya dan jumlah pelanggannya terus bertambah. (nasrul/red)

 
Copyright © 2009 - 2017DPMD Provinsi Jawa Timur All Rights Reserved.