Tips Sehat
Waspada ! Kolesterol Tinggi Beresiko Idap Batu Empedu
Jika selama ini kanker dianggap momok yang menyeramkan bagi sebagian besar perempuan, ternyata penyakit batu kandung dan saluran empedu juga menghantui perempuan usia 20 hingga 50 tahun. Betapa tidak, menurut pakar pengobatan dan akupuntur, Hembing Wijayakusuma, penyakit ini enam kali lebih sering menyerang pengidap obesitas atau kegemukan, serta perempuan yang lebih dari dua kali mengalami proses kehamilan. Kandung empedu merupakan organ berbentuk buah pir kecil yang terletak di bagian perut sebelah kanan, dan tersembunyi di bawah hati. Kandung empedu menyimpan cairan empedu yang dihasilkan oleh hati. Selama makankandung empedu akan berkontraksi atau menciut, sehingga mengeluarkan sedikit cairan empedu yang berwarna hijau kecoklatan ke dalam usus halus.
Cairan empedu berguna dalam penyerapan lemak dan beberapa vitamin, seperti vitamin A, D, E, dan K. Empedu merupakan campuran dari asam empedu, protein, garam-garam kalsium, pigmen dan unsur lemak yang Kita kenal sebagai kolesterol. Sebagian dari empedu yang memasuki usus halus akan diteruskan dan dikeluarkan melalui feses. Jika terjadi kelainan, maka ada terbentuk batu empedu yang akan menyerang saluran empedu.
Dipicu Kolesterol Tinggi Batu empedu disebabkan oleh perubahan secara kimiawi pada empedu seseorang, yang lebih sering dipicu kolesterol tinggi yang akan menyerang usus halus. Tapi terkadang batu empedu bisa terbentuk dalam saluran empedu itu sendiri, karena bekas jahitan pada satu operasi. Meskipun penyakit kantong empedu tidak menunjukkan gejala, pada keadaan memburuk gejala yang biasa ditimbulkan adalah serangan pada waktu makan makanan yang mengandung lemak tinggi. Sehingga timbul gejala seperti sakit yang akut pada sebelah kanan atas perut dan mengarah ke punggung, antara bahu dan ke dada depan. Gejala lainnya yaitu kolik, sendawa, gas dalam perut, gangguan pencernaan, berkeringat, mual, muntah, kedinginan, suhu tubuh agak tinggi, penyakit kuning bila batu empedu menghalangi saluran empedu, dan feses berwarna cokelat. Pencegahan Alami Untuk deteksi dini batu empedu di tubuh, bisa digunakan ultrasound, yaitu menggunakan gelombang suara yang tidak dapat di dengar telinga, melalui foto sinar X, dan pemeriksaan darah di laboratorium. Sedangkan pencegahan alami, Hembing Wijayakusuma memanfaatkan bahan-bahan herbal yang bisa dipilih, antara lain sebagai berikut :
|