Selamat Datang di Website resmi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur

Pemilik Warung Di Lereng Semeru Dibantu Jalin Matra

Lumajang - Sebuah warung sederhana menjadi jujukan para penambang pasir di jalur lahar dingin Gunung Semeru di di Desa Oro Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.Warung tersebut adalah milik Khusnul Khotimah, Kepala Rumah Tangga Perempuan (KRTP) yang tercatat sebagai penerima Program Jalin Matra Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan Pemprov Jawa Timur.

 

Di warung tersebut, janda 3 anak itu berjualan beragam makanan dan minuman untuk para penambang pasir. Dari kopi, teh, minuman dingin, hingga makanan ringan. "Dulu masih pakai kompor tungku kayu bakar, Alhamdulillah sekarang pakai gas LPG bantuan Jalin Matra," terangnya.

Perlahan, warungnya terus dibangun menjadi warunv yang lebih layak sehingga pembeli merasa lebih nyaman. Dengan jumlah armada truk hampir 100 dan ditambah kernet dan pekerja penggali pasir, bisa dikatakan usaha Ibu Khusnul akan makin bisa berkembang, walau untuk berjualan sampai malam hari tidak bisa dilakukan karena belum adanya penerangan listrik.

Bantuan Jalin Matra sebesar Rp 2,5 juta yang diperolehnya digunakan untuk membeli peralatan warung dan bahan baku kebutuhan warung, sehingga produk yang dijual semakin beragam. "Penghasilan juga semakin bertambah, sehari kalau ramai bisa sampai 100 ribu bersih," jelasnya.

Sebelumnya, dia bekerja sebagai buruh tani serabutan, dengan anak yang makin dewasa, dia makin merasakan bahwa pekerjaanya selama ini tidak akan cukup dengan menjadi buruh tani.Untungnya kakaknya yang bekerja di tambang pasir sering membantunya. Sebagai gantinya ia sering menyiapkan bekal makan dan minum buat kakaknya, maklum lokasi tambang berjarak 2 km dari pemukiman penduduk dan berada di jalur lahar banjir gunung semeru, otomatis tidak ada masyarakat yang tinggal di situ.

Dari kebiasaan membuatkan bekal itulah, ibu khusnul mencoba berjualan minuman kopi hitam hasil buatan sendiri, pisang goreng yang di masak di atas tungku kayu bakar. Lambat laun usahanya terus berkembang, bangunan pondok sederhana dengan tempat duduk kayu dan meja dibuat untuk menampung pembeli yang makin kerasan di warungnya. (sigit/red)

 
Copyright © 2009 - 2017DPMD Provinsi Jawa Timur All Rights Reserved.